Batal Puasa Ibu Hamil Saat Kondisi Seperti ini

Kondisi yang membuat ibu hamil membatlkan puasa

Setiap orang yang dapat serta sehat jasmani dan mentalnya boleh berpuasa, tergolong ibu hamil sekalipun. Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang mewajibkan ibu mengurungkan puasanya sesegera mungkin. Meneruskan puasa untuk ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini dapat membahayakan tidak melulu dirinya sendiri, pun bayi dalam kandungannya.

1. Dehidrasi

Anda justru perlu minum air lebih tidak sedikit daripada orang beda yang sedang tidak hamil.

Ibu hamil jangan sampai merasakan dehidrasi karena dapat fatal akibatnya. Dehidrasi parah dapat menyebabkan ibu hamil sampai merasakan kejang atau syok sebab tekanan rendah. Pada permasalahan yang parah, dehidrasi dapat menyebabkan pembengkakan sel benak dan lantas pecah — situasi yang dinamakan cerebral edema.

Bagi janin, dehidrasi yang dirasakan ibu juga dapat membahayakan tumbuh kembangnya. Tubuh ibu yang kelemahan cairan akan meminimalisir pasokan air ketuban dalam kandungan. Cairan ketuban yang tidak cukup dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan janin sampai keguguran. Karena itu, urgen untuk menghindari dehidrasi sekitar kehamilan.

Segera batalkan puasa untuk ibu hamil yang mengindikasikan tanda bahaya dehidrasi laksana berikut:

Rasa haus berlebih.
Mulut dan bibir terasa kering.
Merasa lelah atau mengantuk lebih dari biasanya.
Tidak buang air kecil sekitar lebih dari delapan jam.
Kulit kering; kulit tidak balik lagi laksana semula sesudah dicubit.
Sembelit.
Pusing saat bangkit dari lokasi duduk, namun pusingnya tak kunjung hilang.
Mata berkunang-kunang.
Merasa inginkan pingsan
Linglung dan tidak dapat berpikir
Napas memburu
penyakit kulit ketika hamil gatal ketika hamil

2. Mimisan

Ibu hamil rentan mimisan sebab hormon kehamilan menciptakan aliran darah bertambah sementara pun membuat pembuluh darah hidung membengkak dan mudah pecah. Mimisan ketika hamil tidak memunculkan bahaya besar, tapi mesti tetap diacuhkan jika ini terjadi ketika puasa.

Ibu hamil dapat langsung batal puasa andai mengalami fenomena mimisan seperti:

  • Perdarahan yang terbit dari hidung tidak berhenti sesudah 30 menit
  • Darah mimisan terbit banyak
  • Sulit bernapas ketika mimisan
  • Menjadi pusing atau lelah mendadak setelah mimisan
  • Kulit wajah jadi pucat sehabis mimisan
  • Dada terasa nyeri dan sesak ketika mimisan
  • Disarankan guna batal puasa untuk ibu hamil sesudah mengalami situasi mimisan di atas. Minum air atau mengasup tidak sedikit cairan penting kegunaannya untuk mengawal selaput lendir hidung kita terhidrasi dengan baik.

3. Ketika bayi jadi tidak cukup bergerak

Ibu hamil trimester kedua mesti waspada andai bayi jadi tidak cukup aktif bergerak dalam kandungan, terutama sekitar ibu sedang puasa.

Cobalah hitung seberapa tidak sedikit gerakan dan tendangan bayi Anda sekitar dua jam pada waktu saat bayi Anda seringkali aktif. Bila jumlah tendangan dan berkurang ketika ibu hamil puasa, kita boleh atau bahkan diwajibkan untuk batal puasa.

Lihat pun reaksi bayi, apakah ia perlahan mulai bergerak atau menendang lagi sesudah Anda mengurungkan puasa. Jika bayi di dalam kandungan sama sekali tidak mengindikasikan adanya pergerakan, segera hubungi dokter.

4. Ibu hamil yang punya desakan darah tinggi

Ibu hamil yang berisiko tinggi atau justeru sudah didiagnosis preeklampsia (tekanan darah tinggi ketika hamil) mesti segera mengurungkan puasa saat mengalami gejala-gejala laksana mata berkunang, sakit kepala, bengkak di kaki dan tangan, susah bernapas, sampai mual dan muntah. Anda dapat langsung minum obat hipertensi dan segera cek desakan darah.

Trimester kedua ialah waktu yang tepat guna ikut puasa untuk ibu hamil
Ibu hamil punya waktu di mana kandungan rentan merasakan masalah bila tetap dipaksakan berpuasa. Biasanya ini terjadi bila puasa dilaksanakan trimester kesatu dan trimester terakhir masa kehamilan.

Selama trimester kesatu, tubuh masih berusaha dengan sekian banyak perubahan menyeluruh yang disebabkan oleh hormon kehamilan. Mual sebab morning sickness bisa berdampak pada hilangnya cairan dan elektrolit tubuh, yang mengakibatkan dehidrasi. Di samping itu, mual yang diperbanyak puasa tidak bakal memungkinkan Anda guna minum sampai-sampai lebih sulit untuk tubuh guna mendapatkan pulang air yang hilang.

Sementara pada trimester akhir, janin terus berkembang menyempurnakan organ-organ urgen sehingga ibu hamil tetap dianjurkan makan secara tertata — baik guna persiapan kelahiran dan pun untuk memenuhi keperluan janin. Maka dari itu, ibu hamil tua diizinkan untuk tidak berpuasa demi memastikan kesehatan dan keselamatan ibu dan anak.