11 program pelatihan vokasi pada tahun 2021

Direktur Jenderal Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto mengatakan, pada tahun 2021 ada 11 program pengembangan dari Ditjen Diklat.

Pertama, fokusnya adalah pada keluaran dan hasil, bukan hanya proses dan manajemen.

Baca juga: Pelatihan Vokasi Fokus UKM Indonesia

“Lulusan vokasi harus mampu memenuhi DUDI, berkompeten, unggul dan tepat guna, serta membuat produk nyata yang dijual ke pasar/industri/masyarakat,” kata Wikan dalam keterangannya di situs Kemendikbud, Selasa (29/12). , 2020).

Kedua, fokus pada politik utama yaitu kebebasan belajar, menjadi pembelajar Pancasila dan politik harus ketat dan super fit.

Ketiga, fokus pada program kerja utama yaitu SMK Pusat Kompetensi, P3TV, PKK dan PKW, pelatihan vokasi personel, Fast Track SMK-D2 dan peningkatan D3 menjadi lulusan berorientasi aplikasi.

Keempat, fokus pada pandemi Covid-19 yang mempengaruhi aktivitas dan pola penargetan.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

“Salah satu caranya adalah dengan mengurangi acara offline, berbaur dengan pertemuan online, melakukan kegiatan yang realistis di masa pandemi, dan berhubungan dengan pekerjaan para wisudawan di masa pandemi,” kata Wikan.

Kelima, fokus pada persiapan awal dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi.

Keenam, sinergi internal antara Direktorat Teknis Diklat harus diperkuat dan diperdalam.

Baca juga: Pelatihan vokasi harus menyertakan DUDI sejak awal

“Dan peran strategis Direktorat Mitras Dudi perlu diperkuat untuk mendukung program kerja seluruh direktorat teknis

, termasuk pentingnya peran Balai Besar untuk dipersiapkan dengan baik,” kata Wikan.

Ketujuh, kerja sama dengan semua pihak, yaitu peningkatan kerja sama dengan kelompok kepentingan dan mitra, melalui direktorat jenderal dan kementerian, pemerintah daerah (Pemda) serta industri dan dunia kerja (Iduka).

“Kedelapan, rebranding yang kuat, cerdas dan efektif. Dengan tujuan program kerja apapun, nilai dan pesan harus tersampaikan secara kreatif dan tepat waktu,” ujarnya.

Kesembilan, program dan kegiatan yang dilaksanakan harus selalu terukur dari segi kualitas pelayanan, aspek pengelolaan dan akuntabilitas, serta kesesuaian dengan data dan statistik.

Kesepuluh, efektif dan efisien dalam hal pelaksanaan pembiayaan, sumber daya, manajemen dan aspek lainnya.

Kesebelas, memaksimalkan teknologi digital dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

untuk meningkatkan efektivitas proses dan kualitas layanan, dipimpin oleh Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi.

“Selain mendengarkan para pemangku kepentingan selama pelaksanaan program, saya juga ingin berdiskusi dengan tim ahli tentang strategi yang harus dilakukan agar penyerapan anggaran dan pelaksanaan program politik pada tahun 2021 berjalan optimal,” jelas Wikan. .

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

About The Author